Monday, November 21, 2011

Mengenal Resolusi Layar

Sudahkah Pembaca mengenal dengan yang namanya "Resolusi Layar" (bukan Resolusi PBB ya)..? Yang sering disebut-sebut nama jenis atau tipe luas or besarnya tampilan layar (display/screen), seperti di monitor kompie (computer), TV, handphone atau bahkan barang elektronik lainnya yang memiliki tampilan juga (termasuk yang biasa disebut-sebut dengan istilah gadget). Mungkin udah akrab dengan kata "VGA" (baca: ve-ge-a), nah, ternyata kan ngga cuma nama itu, banyak kategori tipe lainnya, seperti QVGA, XVGA de-es-be... Nah, buat yang gemar koleksi atau gonta-ganti ponsel atau gadget lainnya, tapi belum ngerti begonoan, mending cekidot aja deh yang mahu saya ulas disini... tapi, buat yang ngga doyan gituan, ya sekedar nambah wawasan.


Secara mendasar resolusi layar dari sebuah televisi atau perangkat lainnya yang memiliki layar (tampilan) merupakan sejumlah piksel (pixel) pada setiap dimensi yang dapat ditampilkan. Oya, kata "pixel" sendiri adalah singkatan dari "picture element" (Indo: unsur gambar/citra); yang bisa juga bermakna lebih dari satu pengertian, khususnya resolusi yang ditampilkan dikendalikan oleh faktor-faktor yang berbeda seperti pada monitor tube/katoda (CRT = Cathode Ray Tube) alias monitor PC model jadul yang sangat beradiasi, panel datar atau tampilan proyektor yang memakai susunan atau larik pixel.


*Tampilan sebuah pixel dari sebuah gambar/citra. Secara 'awam', pixel boleh juga diartikan sebagai kotak-kotak warna yang tersusun dalam membentuk sebuah gambar (jenis gambar format bitmap/raster alias non-vector).


Biasanya resolusi disebutkan dengan menunjukkan aspek perkalian yaitu x(dikalikan)y atau lebar dikalikan tinggi, alias width (x) height, dengan disertakan unit ukurnya dalam pixel. Contohnya 640x480 pixel (px), yang berarti menjelaskan lebar 640 pixel dengan tingginya 480 pixel; dikenal juga sebutan codingnya sebagai resolusi VGA. Pemakaian istilah seperti ini umum diterapkan pada tampilan atau layar yang memiliki susunan pixel yang tetap seperti diterapkan pada panel layar plasma (PDP), LCD (Liquid Crystal Display), proyektor cahaya digital (DLP) atau aplikasi teknologi lainnya yang serupa, dan merupakan jumlah konkrit dari kolom dan baris pixel yang menghasilkan tampilan/layar. Istilah 'resolusi layar' biasanya dimaksudkan sebagai dimensi pixel; sejumlah pixel pada tiap-tiap dimensi yang tidak menyebutkan tentang resolusi layar terhadap bentukan gambar yang sesungguhnya: resolusi layaknya mengacu kepada kepadatan pixel, sejumlah pixel tiap unit jarak atau area, bukan total jumlah pixel. 


Dalam pengukuran digital, resolusi layar dinyatakan dalam pixel per inci (ppi). Sedangkan pada pengukuran analog, jika layar tingginya 10 inci, maka resolusi horizontalnya diukur melintasi lebar 10 inci persegi, khususnya dinyatakan sebagai "resolusi horizontal garis, per tinggi gambar" contonya pada NTSC analog. Televisi dapat menampilkan 486 garis dari tiap tinggi gambar resolusi horizontal, yang setara dengan 648 garis total dari data gambar yang aktual, dari tepi kiri hingga tepi kanan; yang menggolongkan televisi bertipe NTSC memiliki resolusi layar sebesar 648x486 dalam data gambar/garis aktual, tapi dalam per tinggi gambar memiliki resolusi layar sebesar 640x480 (alias VGA).


Untuk langsung mengenal tipe atau jenis coding yang sering kita lihat terutama pada perangkat gadget dan elektronik lainnya (yang memiliki layar), berikut gambar skema bagan yang paling umum dikenal dari berbagai macam ukuran resolusi:



Dari gambar tersebut bisa dijabarkan beberapa keterangannya sebagai berikut:
Dari uraian tabel diatas, bisa diambil contohnya, hasil jepretan kamera handphone saia, yang Motorola Q9h beresolusi 2 Megapixel, ternyata ketika ditransfer ke laptop, dibaca oleh sistem perkaliannya adalah 1600x1200 pixel, yang berarti tipe display-nya adalah UXGA (Ultra eXtended Graphics Array), jadi maksudnya jika kita beli barang elektronik berLCD atau display jenis lainnya, tercantum UXGA, kan kita jadi tahu jika resolusi pixelnya adalah 1600x1200. Dan juga dapat dilihat ada 2 jenis tipe coding yang biasa dipakai oleh standard pertelevisian internasional, yakni PAL dan NTSC, sebetulnya masih ada 1 tipe coding lagi yaitu SECAM. Pernah lihatkan pada kemasan (dus, box, kardus) sewaktu kita beli TV baru. Penjelasan singkatnya begini:
  1. PAL adalah singkatan dari Phase Alternating Line: sistem encoding TV analog yang dipakai sistem penyiaran televisi dibanyak negara.
  2. NTSC, singkatan dari National Television System Committee: sistem TV analog yang digunakan hampir diseluruh jazirah Amerika Utara, Amerika Selatan (kecuali Brazil, Argentina, Uruguay dan Guiana Prancis), Birma, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Filipina, dan beberapa negara di wilayah dan kepulauan Pasifik. NTSC yang berbasis sinyal video juga masih seringkali dipakai pada pemutaran video dan CCTV serta sistem video pengawas.
  3. SECAM, juga ditulis sebagai SÉCAM: singkatan dari Séquentiel Couleur à Mémoire - istilah bahasa Perancis untuk "Sequential Color with Memory"), merupakan sistem analog TV yang dipakai pertama kali di Perancis. Ditemukan oleh sebuah tim yang dikepalai oleh Henri de France (lalu dibeli oleh Thomson, kini oleh Technicolor). Secara sejarah, merupakan standard televisi berwarna Eropa.
  4. Selain SECAM, ada juga MESECAM; sebuah standar metode perekaman sinyal warna SECAM pada video tipe pita jadul (VHS: Video Home System; format kaset video yang sudah dipatenkan oleh JVC). Tapi untuk yang satu ini, jangan keliru dianggap sebagai standard penyiaran.
Untuk mengetahui area (di dunia) mana saja yang tercakup sistem-sistem tersebut, bisa dilihat pada gambar dibawah ini:


So, berarti Indonesia termasuk negara yang memakai standard sistem PAL. Bagi yang baru 'bermain' di dunia per-video-an, mudah-mudahan bermanfaat posting info ini.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home