Sunday, July 7, 2013

Perbedaan TV Plasma, TV LCD dan TV LED

Apa sih yang dimaksud TV dengan layar LCD, LED dan Plasma, Pemirsah?

LCD singkatan dari Liquid Crystal Display. Dimana TV LCD memiliki kristal cair antara panel layarnya, yang akan diaktifkan bila arus listrik disediakan.

TV LED bekerja pada kristal cair yang sama platformnya, tapi cahaya yang dihasilkan berasal dari dioda pemancar cahaya (Light Emitting Diodes) yang digunakan sebagai backlight (cahaya latar) untuk TV jenis ini, sedangkan TV LCD normal menggunakan lampu CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamps).

Untuk TV Plasma bekerja pada platform yang sama sekali berbeda dari kedua tersebut diatas. Dimana  TV plasma memiliki selembar sel plasma individual, yang bisa diaktifkan ketika listrik dialirkan/dialurkan ke TV.

Bagaimana cara kerja TV plasma? Teknologi plasma dan LCD merupakan hal yang sama sekali berbeda, sementara perbedaan antara LCD dan LED hanya pada backlight-nya (lampu latar), yang digunakan. 

Mari disimak tinjauan dasar perbedaan-perbedaannya!

POIN EVALUASI #1: CONTRAST RATIO
Rasio kontras adalah kemampuan TV untuk menunjukkan daerah kontras tinggi pada layar. Daerah kontras tinggi adalah warna hitam dan putih dalam gambar. Jika TV memiliki rasio kontras yang baik, hal itu menunjukkan perbedaan antara daerah gelap dan terang layar dengan sangat baik. Pengujian rasio kontras TV adalah dengan adegan-adegan dalam gelap, dimana kebutuhan untuk membedakan warna hitam diperlukan.

Kenyataan bahwa TV plasma umumnya memiliki rasio kontras yang lebih baik daripada TV LCD dan LED. Hal ini karena TV plasma memiliki plasma pada masing-masing sel, yang secara otomatis mengubah diri mereka pada bagian-bagian yang lebih gelap dari layar. TV LCD di sisi lain memiliki sebuah kristal cair sehingga saat harus menampilkan gambar gelap, CCFL harus meredup akibatnya warna hitam tidak begitu meyakinkan. Di sisi lain, TV LCD yang didukung dengan lampu latar LED memiliki sedikit tepi sebagai LED yang individual memutar diri ke dalam posisi Off dibagian gelapnya layar, dengan demikian memberikan area warna hitam yang lebih meyakinkan daripada TV LCD.

KESIMPULAN #1: pada parameter rasio kontras, TV plasma dengan jelas telah di atas angin. TV LED yang berikutnya, disusul TV LCD yang terakhir.


POIN EVALUASI #2:  VIEWING ANGLE
Viewing Angle adalah sudut dimana gambar di TV dapat dilihat (sudut penampakkan). Semua TV dapat dilihat saat Pemirsah tepat di depannya, tapi karena semua pemirsah tidak bisa duduk tepat di depan TV, dan harus duduk di sekitarnya (samping kanan dan kiri), maka parameter sudut menjadi sangat penting.

Pemenang untuk poin ini, lagi, adalah TV Plasma. Citra TV plasma tetap baik dan kokoh untuk pemirsah di hampir setiap sudut. Sedangkan, TV LCD jatuh kembali ketika sering ada kehilangan warna dan detail; ketika TV dilihat dari sudut menyamping. Sementara, TV LED meminimalkan masalah yang dihadapi oleh TV LCD karena dengan desentralisasi kembali lampu sehingga memiliki sudut pandang yang lebih luas.

KESIMPULAN #2: pada parameter sudut pandang, TV Plasma menjadi Pemenangnya, diikuti oleh TV LED sebagai runner-up, dan TV LCD diposisi akhir.

POIN EVALUASI #3:  COLOR
Adalah cukup jelas bahwa warna-warna cerah dari TV akan menjadi pertimbangan penting dalam pikiran pembeli TV, atau Pemirsah yang hendak membelinya. Tetapi tidak ada pemenang pada parameter yang satu ini, karena semua TV tampaknya menunjukkan gambar berkualitas baik. Perbedaan mungkin ada diantara dua model TV jenis yang sama atau dua merek TV yang berbeda, model harga yang lebih tinggi menunjukkan warna yang lebih baik, tetapi sebagian besar masih memiliki kualitas gambar yang sama. Dikatakan bahwa jika TV LED memiliki lampu berwarna, ia akan menampilkan gambar yang terbaik dari mereka semua, tapi hal ini masih diperdebatkan.

KESIMPULAN #3:  Semua jenis layar TV memiliki kualitas warna yang baik, namun harga yang dapat menentukan yang lebih baik, karena dengan harga yang lebih tinggi biasanya pewarnaan layar akan lebih baik. Seperti pepatah bisnis umumnya: "Ada kualitas, ada harga".

POIN EVALUASI #4:  MOTION
TV LCD telah menunjukkan peningkatan yang besar pada parameter ini dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak dapat diperdebatkan bahwa teknologi plasma memiliki kelebihan disini. Ketika layar plasma memiliki sel-sel individual yang dapat me-refresh pada tingkat yang jauh lebih cepat. Aliran gerak telah menjadi momok bagi para pembuat TV LCD untuk waktu sekarang. TV LED sebagian besar menggunakan teknologi yang sama seperti TV LCD tetapi menunjukkan kinerja yang lebih baik dari TV LCD.
KESIMPUALN #4:  Plasma untuk sekarang masih jawara, disusul LED TV untuk urusan gerak (motion).

POIN EVALUASI #5:  POWER CONSUMPTION
Plasma TV mengkonsumsi lebih banyak energi daripada TV LCD, karena setiap sub-pixel di layar harus dinyalakan. Sebaliknya, kebutuhan TV LCD lebih perlu sedikit energi untuk menerangi lampu latar (backlight). Tapi TV LED adalah pemenang pada poin ini karena lampu latar LED memiliki kekuatan lebih efisien dan lebih kecil konsumsi energi (listriknya).

KESIMPULAN #5:  TV LED adalah kampiun pada poin ini, diikuti oleh LCD dan plasma.

POIN EVALUASI #6:  LIFESPAN (MASA PAKAI)
Kelemahan TV plasma, yang produsennya berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki ini, adalah UMUR. Kualitas dan kecerahan layar plasma menjadi "kick-balik" mengenai lifespan / masa pakai (yang sangat singkat). Tetapi plasma rilis / produksi akhir-akhir ini (terbaru) berdatangan dengan lebih efisien, yang memiliki potensi untuk berumur lebih lama. Umur dari TV LCD dan TV LED tergantung pada umur dari lampu latarnya, tetapi pada rata-rata umur TV tersebut seharusnya lebih awet daripada TV plasma.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan selain umur adalah burn-in (kira-kira: "gosong"). TV plasma memiliki beberapa masalah, karena memiliki potensi burn-in yang lebih besar pada layarnya. Para produsen TV plasma mencari solusi untuk memperbaiki masalah ini, sedangkan TV LCD dan LED jarang memiliki masalah layar "gosong".
KESIMPULAN #6:  Pada poin ini, TV LCD adalah juaranya, sementara umur dari backlight LED  tetap belum diuji; sebagai teknologi yang relatif baru. Akan tetapi, teknologi plasma mencoba untuk memperpanjang umurnya yang mendekati kemampuan TV LCD.

POIN EVALUASI #7:  BANDEROL
Setelah mengatakan semua ini, pada akhirnya, keputusan bagi kebanyakan orang yang dibuat dalam memilih jenis teknologi layar TV, ditentukan oleh banderol alias harga. Bagi banyak orang di seluruh dunia, masalah banderol jauh lebih penting daripada enam poin sebelumnya (Red: bagaimana di Indonesia?)

Selama bertahun-tahun, teknologi plasma telah didapati dengan banderol harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan LCD, namun sebagai ukuran produksi dan permintaan LCD meningkat, harga LCD ditetapkan untuk menjadi lebih-dan-lebih kompetitif terhadap plasma. TV LED yang -masih memiliki harga yang relatif mahal sebagai teknologi yang baru dikeluarkan. Untuk ukuran kecil, teknologi plasma lebih murah, namun untuk saat ini TV berukuran lebar harga murah masih didominasi oleh jenis TV LCD.

KESIMPULAN #7:  Teknologi Plasma menjadi nomor 1 untuk TV berukuran kecil (dibawah 32 inchi), tetapi untuk TV diatas 32 inchi, LCD-lah yang lebih murah. Sementara TV LED saat ini masih berharga 2 kali lebih mahal dari LCD untuk ukuran yang sama.

Labels: , , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home